Home » » Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis Kupu-kupu



oleh Desy Aryanti (Sekdept KP)

Cerahnya pagi ini menuntunku untuk menatap indahnya ciptaan Allah SWT, matahari yang cerah terlihat dibalik rindangnya pepohonan yang hijau, kicauan burung-burung yang begitu merdu menyadarkanku betapa Maha Sempurnanya Allah SWT, betap kecilnya diriku ini. Saat aku duduk menikmati indahnya taman bunga disamping rumah yang dipenuhi berbagai macam tanaman bunga, aku menghela nafas dalam-dalam sambil menikmati suasana sekitar yang hening, menghirup segarnya udara pagi. Tiba-tiba pandanganku terhenti oleh keindahan seekor kupu-kupu yang sedang hinggap di sekuntum bunga. Kupu-kupu itu terlihat sangat elok rupawan dengan sayap yang warna-warni bagaikan pelangi. Sungguh indah Allah menciptakan hewan kecil ini dengan kombinasi warna yang sangat serasi.

Kupu-kupu itu hinggap disetangkai kuntum bunga cukup lama untuk menghisap madunya, kemudian hinggap dikuntum bunga yang lain, begitu seterusnya. Kemudian datang kupu-kupu lain yang tak kalah cantiknya, seolah mereka saling bertutur sapa, kemudian berlomba-lomba menghisap sari bunga. Mereka terlihat senang menjalani hidupnya masing-masing.
Melihat kupu-kupu tadi, aku jadi teringat asal mula kupu-kupu yang indah tersebut . Bukankah dia yang kini terlihat elok rupawan dan memukau banyak mata, dulunya adalah seekor ulat yang untuk sebagian orang merasa jijik jika melihatnya. Bahkan ada sebagian orang yang berteriak ketakutan bila melihat makhluk kecil dan berbulu ini didekatnya. Kesannya mungkin takut, jijik, atau bahkan alergi. Tetapi setelah berubah rupa menjadi kupu-kupu yang cantik, siapa yang tidak suka melihatnya???
Ternyata setelah melihat sejarah hidupnya, kupu-kupu yang cantik itu telah melewati berbagai tahap kehidupan yang mengantarkan pada sosok yang sekarang ini. Dulunya ia hanya seekor ulat yang buruk rupa, hidupnya merayap didahan dan dedaunan, dan kalau tidak beruntung hidupnya berakhir dimakan burung atau serangga pemakannya.
Setelah matang menjalani kehidupan sebagai ulat, ia pun mencari tempat yang aman dan berubah menjadi kepompong. Badannya terbujur kaku menggantung di dahan atau dedaunan, ia tak peduli walau siang hari panas terik menyengatnya dan malam hari angin dingin menusuknya. Bahkan tak jarang hujan dan badai menerpanya. Ia tetap kokoh ditempatnya bersemedi untuk berubah menjadi diri yang baru, diri yang penuh pesona keindahan.
Beberapa waktu kemudian, akhirnya keluarlah ia dari kepompongnya menjadi diri yang baru, indah memukau dengan sayap barunya dan tubuh yang cantik, jauh beda dari wujudnya semula. Dan kini telah memiliki keahlian baru, yakni bisa terbang! Lalu ia pun terbang berkelana mencari kuntum-kuntum bunga yang indah untuk menghisap sari bunga dan menebarkan telur-telur penerus kehidupannya.
Demikianlah, kadang kita ingin menjadi kupu-kupu yang indah, tapi kita tidak mau jadi ulat yang buruk rupa, tidak sanggup menjalani kehidupan kepompong yang tak berdaya. Maunya langsung menjadi sesuatu yang indah, memukau, mengagumkan, dan jadi pusat perhatian banyak orang, langsung menjadi kupu-kupu!
Maka sahabat, kalau kita ingin menjadi kupu-kupu yang cantik, sanggupkah kita menjalani metamorfosis kehidupan? Metamorfosis itu sendiri bisa dimaknai sebagai perubahan yang dahsyat atau perubahan besar dalam sifat.
Untuk menjadi kupu-kupu yang cantik penuh pesona, sanggupkah kita menjalani ketertatihan, kesulitan dan segala rintangan sabagai ulat yang buruk rupa, dan kadang dihina dan dijelek-jelekkan? Di saat tak ada yang menghargai, mendukung atau menolong kita, tapi kita harus tetap melangkah dan terus melangkah karena kita yakin tujuan akhir perjalanan hidup ini.
Kuatkanlah kita menghadapi berbagai ujian dan cobaan, derita dan kesendirian dalam kepompong yang tak berdaya dan memintal benangnya sendiri? Bersabarlah dalam ujian hidup, cobaan dan godaan, menjalani proses dengan sebaik-baiknya sebelum kita akhirnya lahir menjadi diri yang baru, diri kita yang sesungguhnya, diri yang indah dan menebarkan keindahan dimana pun kita berada.
Sahabat, tiada sukses yang didapat dengan mudah, semua perlu proses, semua butuh kesungguhan, keuletan, kesabaran, dan ketabahan dalam menjalani tahap-tahap sebelum sampai pada puncak kehidupan.
Tidak ada yang akan merubah diri dan keadaan kita melainka diri kita sendiri. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman, “ Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mmereka sendiri”.
Jangan lupa untuk selalu berusaha, berdo’a, dan bertawakal memohon petunjuk dan pertolongan pada Allah SWT  yang Maha Mengabulkan permohonn hambaNya. Allah lah yang tahu saat yang tepat untuk mengabulkan semua permohonan hambaNya.
Mari kita jalani setiap tahap dan episode hidup ini dengan penuh kearifan, kita tekadkan untuk terus berubah menjadi lebih baik, sehingga akhirnya kita bisa bermetamorfosis menjadi pribadi yang sukses bagaikan kupu-kupu penghias taman. Menjadi teladan yang baik bagi umat manusia!
Selamat bermetamorfosis, menjadi manusia yang luar biasa!

1 komentar: